Para pedagang daging sapi disejumlah pasar dijakarta seperi pasar tebet barat, Pasar Jatinegara dan pasar proyek senen, mengaku hingga minggu (13/11) belum merasakan adanya peningkatan jumlah pembeli, meski mendekati natal. Menurut mereka, berbeda dengan situasi menjelang Idul Fitri yang selalu ditandai dengan peningkatan permintaan akan daging sapi. “Suasananya biasa – biasa saja. Malah cenderung sepi. Padahal harganya normal” kata nana, karyawan pada kios daging milik H Rachmat di pasar proyek senen Jakarta pusat.
Hal ini sama dikemukakan Sri Suyatmi pemilik sekaligus pengelola took daging sapi beku, Mitra Boga si Meruya Utara kembangan Jakarta Barat. Menurut dia sepinya permintaan akan daging sapi sudah terjadi sejak menjelang Idul Adha. “Pokoknya nggak kayak waktu mau lebaran dua ekor (sapi) bisa habis. Ini mirip kayak waktu mau lebaran Haji (Idul Adha). Nggak ada peningkatan pembeli Malahan bisa dibilang sepi “kata Onik”. Gufron pedagang daging sapi di pasar Tebet Barat Jakarta Selatan.
Hingga Minggu para pedagang menjual daging sapi untuk tingkat eceran Rp.60.000/kg daging tendernolin antara Rp.65.000 sampai Rp.69.000/kg Sirloin sekitar Rp.60.000/kg sementara daging sapi impor beku Rp.58.000/kg. Sebelumnya data Departemen perdagangan menyebutkan hingga akhir pecan harga beberapa komoditas secara nasional pada Desember 2009 mengalami kenaikan disbanding harga rata – rata nasional pada November lalu harga daging sapi diperkirakan dari Rp.65.334/kg naik menjadi Rp.65.795/kg.

0 comments:
Post a Comment